Kau yang berdiri di tepian jalan
Diam tertegun seorang diri
Mempesona aku yang sedang patah hati
Oh kau perempuan menawan.

Malam turun semakin dalam
Menghasut hati untuk berbagi damai
Angin malam bersiulan menyanyi
Oh inginku berucap salam.

Tatapan matamu yang berkilauan
Memanah hati dengan pisau berlian
Paras dewi malam yang cantik nian
Bahkan ludah pun tak tertelan.

Hanya saja kaki-kaki ini terantai bola besi
Jantung hati yang masih amis berdarah
Dan aku kembali terdiam dalam sepi
Pandang mata bercerai tanpa arah
Tertegun dalam sakit dan sendiri
Karena aku belum siap untuk kembali kalah

 

Fairview, 30 November 2011
– Edvyn Andy Wongso© –

 

Cukup sampai di sini.
With Love,
eldios©.

Advertisements