TERENYUH HATIKU

Lautan lepas bergulung ombak
Intan permata berbaur di pesisir
Dunia menggilir siang dan malam
Wisata dalam angan ke surga tertinggi
Iringan semilir angin menggoda hati
Nestapa dalam diri seketika melebur
Angkara murka tak menghinggap
Wanita dalam diam terbujur di pelupuk
Inikah pertanda awal jatuh cinta?
Neraka tak lagi terasa membara
Nikmatnya dunia dalam fikir
Andai bisa kudamping “DIA”
Erangan kerongkong ingin berucap
Damai dalam gelora menggebu
Wanita pembuat terenyuh hati
Idaman para lelaki di bumi
Namun, mampukah kugapai cintanya?
Andai bisa kusebut namamu saja, W.

Jakarta, 12th July 2007
Edvyn Andy Wongso©

 

This poem was written for someone special. It was written on the night after the first sight. It has a secret in it if you would try to figure it out.

 

With Love,

eldios©

Advertisements