Beberapa hari ini hatiku berbunga-bunga. Setiap pagi, aku bisa memulai hari dengan semangat, yah walau pas siangnya mengendur setidaknya awalnya sudah ada semangat. Sebelum tidur, aku bisa menutup hari dengan senyum lalu terlelap. Ini menjadi hal yang baru dalam hidupku.

Begitu banyak perbedaan yang aku alami beberapa hari ini dibandingkan apa yang aku lalui sejak awal tahun ini. Aku lebih percaya diri. Aku lebih berani menatap ke depan. Aku lebih berani menantang masa depan. Memang belum seberani dua atau tiga tahun lalu, tapi aku sudah berani melangkah kembali. Aku sering bertanya-tanya apa yang aku sedang aku alami sebenarnya?

Perubahan ini terjadi saat di malam terakhirku di Jakarta minggu yang lalu. Ada satu kata yang disampaikan seseorang kepadaku malam itu melalu pesan singkat. “Semangat!” Itu mungkin sering dikumandangkan oleh puluhan orang yang mengenal dan mengetahui masalahku. Tetapi, mendapatkan kata itu dari dia, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang membakarku tapi sekaligus menyejukkan. Aku langsung tenang. Aku merasa nyaman. Sekali lagi, nyaman. Dalam cinta, perasaan itulah yang selama ini aku cari. Kenyamanan.

Apa aku jatuh cinta? Ya. Sudah sejak lama aku menyukainya. Aku mendambakannya. Namun, aku tak tahu harus memulai langkah dari mana. Aku bagai tersesat dalam rimba cinta. Di hadapannya, aku hanya bisa diam membisu. Lidahku serasa kelu dan bertulang. Pikiranku bagai terserang zat anestetik. Aku begitu memujanya. Dia begitu cantik. Senyumnya selalu mengukirkan senyum di wajahku. Namun, apa daya. Aku hanya seorang yang bodoh. Aku hanya bisa membisu karena aku sama sekali tak tahu harus berbuat apa atau berkata apa. Diamku adalah cinta untuknya.

Cintaku mungkin hanya sebuah cinta bisu, namun ianya tulus hanya untukmu.

” A day without you is like a day without sunshine, a song without melody ” – This Is What You Mean To Me by Engelbert Humperdinck

With Love,

eldios©

Advertisements